Seblumnya mimin mau ngucapkan selamat tahun baru 2016 buat anak-anak pormhanika, semoga apa yang kita inginkan dapat terwujud di tahun 2016 ini, aminn.  Mari kita tinggalkan hal yang tidak baik di tahun 2015 dan mempertahankan yang baiknya di tahun 2016, dan sepertinya, pergantian tahun ini tidak hanya dialami diluar sana tapi juga pada organisasi yang kita cintai ini guys,  dengan seiring bergantinya tahun, bersama pemira elektronika juga telah mengganti ketua lama dengan ketua yang baru. 

     Congratullation, selamat buat rekan kita Muhammad Rafik Arfan yang telah terpilih menjadi pemimpin baru dielektronika semoga dengan terpilihnya menjadi ketua di pormhanika dapat membawa perubahan besar terhadap program studi elektronika khususnya bagi pormhanika. Namun siapa ya yang menjadi wakil 1 atau wakil 2? Kita tunggu saja deh keputusan dari ketua baru? Asalkan para wakil-wakilnya juga dapat memimpin lebih baik dan bahkan dapat melebihi ketuanya sendiri ya guys.

     Seorang mahasiswa dari kelas 2A EC, dengan motto hidup "its all about life" dan pernah menjabat sebagai anggota OSIS dari SMP Negeri 24 Padang ini ternyata penggemar beratnya klup sepak bola inter milan (ICIM), pria ini memang aktif dalam kegiatan-kegiatan luar seperti sepak bola dan skateboard, oleh karena itu beliau mengambil departemen urusan seni dan olahraga dan ternyata beliau adalah koor dari departemen tersebut dan juga mudah bergaul adalah salah satu jurus andalannya.
     Waaaaah sepertinya udah waktunya bagi kita untuk menentukan pemimpin dari elektronika selanjutnya nih, semoga calon yang akan terpilih dapat membawa perubahan terhadap elektronika kedepannya. Bicara soal pemira, pemira pertama kali diadakan di Politeknik Negeri Padang pada tahun 2014, kegiatan tersebut terpaksa mempercepat "umur" para pemimpin himpunan mahasiswa (HIMA) yang terpilih pada saat itu.

     Sebelum dilakukannya pemira setiap ormawa khususnya himpunan mahasiswa (HIMA) biasanya melakukan  mubes (musyawarah bersama) atau semacamnya untuk memilih struktur baru, mubes (musyawarah bersama) biasanya dilakukan setahun sekali berhubung dengan digantinya kepengurusan sekali satu tahun.

     Nah ada tiga kandidat yang dicalonkan sebagai ketua himpunan mahasiswa elektronika (pormhanika) selanjutnya, mereka adalah para calon yang direkomendasikan saat musyawarah bersama bersama dewan penasehat yang diharapkan dapat membawa perubahan besar kedepannya dan semoga pormhanika menjadi HIMA yang dibanggakan dan menjadi HIMA terbaik kedepannya, pokoknya all the best deeeh buat pormhanika.
     Jika cerita tentang sejarahn-nya dosen elektronika mungkin tidak akan cukup satu rim kertas untuk menjadi saksi bisu tentang ceritanya, namun hanya cerita dari mulut-kemulutlah yang hanya dapat kita dengar mengenai hal-tersebut.

     Nah, sedikit sejarah nih buat kalian terutama yang kuliah di Politeknik Negeri Padang, ternyata awalnya bukan langsung menjadi kampus yang diminati seperti sekarang lo! Politeknik Universitas awalnya bernama Politeknik Engineering Universitas Andalas Padang dengan 4 jurusan: Teknik Listrik, Elektronika Telekomunikasi, Teknik Sipil, dan Teknik Mesin. Pada 1992 Teknik Listrik dan Elektronika Telekomunikasi digabung menjadi Jurusan Teknik Elektro dengan tiga program studi: Teknik Listrik, Teknik Elektro, dan Telekomunikasi. Dan pada 1997, dibuka dua jurusan: Jurusan Administrasi Niaga, dan Akuntansi. Nah! hingga saat sekarang sudah banyak jurusan-jurusan dan program studi yang ada di Politeknik Nnegeri Padang.

     Namun siapa yang tahu! ternyata banyak diantara dosen di Elektronika yang menjadi angkatan pertama bahkan dosen pertama yang mengajar di Politeknik Nnegeri Padang hingga saat sekarang ini. Salah satunya bapak Zulharbi, ST.MT. atau yang biasa dikenal dengan bapak Jek, kenapa dikenal bapak Jek ya? hingga saat ini masih menjadi misteri lo sahabat blogger.
bapak Zulharbi atau bapak Jek adalah dosen pertama yang mengajar di Politeknik Negeri Padang hingga saat ini, beliau adalah saksi hidup bagaimana Politekni mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Dengar-dengar mahasiswa Politeknik Negeri Padang yang menerapkan sistim disiplin dengan wajib militer (secata B) ternyata sempat ditakuti pada masanya lo sahabat bloger, hingga mahasiswa  yang dari luar yang satu bus akan berdiri demi mahasiswa Politeknik Negeri Padang, nah ini adalah suatu kebanggan bagi kalian yang pernah merasakan kedisiplinan tersebut.

    Selanjutnya ada salah satu dosen elektronika yang menjadi mahasiswa angkatan pertama Politeknik yang hingga saat sekarang beliau masih aktif di sana, dan bahkan beliau sekarang menjadi wakil direktur III sekarang, beliau adalah bapak Junaldi, ST.,M.Kom. atau yang lebih dikenal bapak Jun. beliau adalah salah-satu mahasiswa pertama angkatan Politeknik Negeri Padang, ada yang menarik dari cerita beliau, pada saat beliau masih menyandang status mahasiswa ternyata beliau dikabari dekat dengan salah satu dosen elektronika, yang menjadi mahasiswa Politeknik Negeri Padang, sepertinya itu hal yang wajar ya? hingga pada akhirnya beliau ditakdirkan dengan dosen bahasa inggris yang juga menjadi dosen di elektronika, Titin Ritmi, SS. atau Ibuk Titin.

     Ada juga ibuk Roza Susanti, SST., M.Kom. atau yang dikenal Ibuk Roza. Beliau sebelumnya sempat mejadi seorang guru disalah satu sekolah menengah kejuruan hingga akhirnya menjadi dosen yang memegang beberapa mata kuliah khususnya mengenai komputer dan jaringan. Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa beliau adalah istri dari salah satu teknisi handal labor komputer yang sudah bertahun-tahun bekerja di Politeknik. Karena itu tidak banyak yang tahu juga bagaimana cerita mereka.

   Terakhir bapak H.M.Irmansyah, ST.MT. dengan dosen yang bahkan juga mengajar di elektronika bahkan mengajar mata kuliah yang sama dan bahkan beliau satu ruangan dosen dengan istrinya yaitu Ibuk Era Madona, atau yang dikenal dengan ibuk Era, beliau adalah sosok dosen yang cukup blak-blakan dan oleh karena itu beliau adalah salah satu dosen favorit mahasiswa yang asik untuk diajak bicara, hubungan mereka cukup hangat hingga sekarang dan selalu profesional, oleh karena itu jika hanya sekali melihat mungkin tidak ada yang tahu kalau beliau adalah pasangan suami istri.


     Ini dia acara perlombaan digital tingkat smk-Sesumbar yang diadakan oleh poros mahasiswa elektronika (PORMHANIKA), ternyata acara tersebut pertama kali diangkatkan pada masa Muhammad Arif sebagai ketua pada saat itu, acara tersebut mendapat banyak perhatian dari sekolah menengah kejuruan.

     Perlombaan digital tingkat SMK-Sesumbar yang diadakan oleh poros mahasiswa elektronika (PORMHANIKA) dimenangkan oleh SMK Semen padang sebagai juara 1 pada saat itu, dan insyallah dikarenakan acara tersebut mendapat respon yang baik maka akan diangkatkan tiap semesternya terutama pada acara pekan kreativitas mahasiswa (PKM).
      
   Untuk pertama kalinya Pormhanika mengangkatkan sekaligus mengadakan acara silahturahmi mahasiswa baru yang dikenal dengan poros persatuan keluarga besar elektronika (PPKBE) pada tanggal 19 September 2015, dihadiri sekitar 150 Mahasiswa baru elektronika D3 dan D4.

     Kegiatan tersebut dibawah kepengurusan Tommy Thakbiransa selaku ketua pada saat itu, kegiatan tersebut mendapat banyak dukungan oleh para mahasiswa khususnya elektronika dan Ormawa lainnya. Poros persatuan keluarga besar elektronika (PPKBE) akan menjadi salah satu acara wajib tahunan untuk mahasiswa baru (MABA) sebagai pendekatan diri terhadap sesama mahasiswa elektronika dan penyesuaian terhadap lingkungan kampus dan para senior.

     Pormhanika adalah salah satu dari 3 HIMA prodi yang ada di Politeknik Negeri Padang, HIMA prodi hanya ada pada jurusan elektro dikarenakan 1/3 dari mahasiswa Politeknik berasal dari jurusan elektro, Pormhanika dibentuk pada tanggal 22 Maret 2006, Pormhanika adalah HIMA prodi muda yang sempat fakum pada tahun 2010 dan 2011.

     Namun selama masa itu, Pormhanika tetap berjalan diam dan melakukan beberapa kegiatan seperti perlombaan merancang power supply tingkat SMK-se Sumbar dan beberapa kegiatan lain sebagaimana Ormawa lainnya.

     Pada tahun 2012 Pormhanika didirikan lagi seutuhnya dengan Muhammad Arif sebagai ketua pada saat itu dan alhamdulillah hingga sekarang Pormhanika berjalan dengan baik dan siap hadir sebagai poros keluarga besar elektronika.